Teknologi berkembang hampir di seluruh belahan dunia. Negara – negara di kawasan eropa dan amerika hampir selalu menjadi pioner dalam hal perkembangan teknologi. Berbagai produk teknologi diciptakan dengan maksud memudahkan pekerjaan manusia. Produk produk hasil perkembangan teknologi tersebut diciptakan di sejumlah negara dan dipublikasikan ke pasar dunia. Namun yang terjadi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan awal penciptaan dan pemasaran produk teknologi.
Sebagai contoh adalah produk ’snowmobiles’ yang berkembang di Amerika Utara pada tahun 1960an. Produk ini diciptakan untuk memudahkan warga amerika utara selama musim salju. Ketika ’snowmobiles’ dipasarkan di luar negeri, pemanfaatannya menjadi bergeser. Di Swedia ’snowmobiles’ digunakan untuk mengggembala rusa kutub, dan di Canada, produk ini digunakan untuk para eskimo yang hendak menjebak serigala untuk selanjutnya diambil kulitnya.Dengan demikian dapat disimpulkan sementara bahwa produk teknologi telah diciptakan dan ketika produk tersebut disebar, maka penggunaannya akan bergantung pada kondisi sosial atau kebudayaan warga daerah masing – masing. Hal ini lah yang menjadi argumen atas pertanyaan bahwa apakan teknologi itu netral atau bergantung pada kondisi sosial. Jika dilihat dari sisi konstruksi dasar mesin dan bagaimana cara kerja sebuah produk teknologi, maka teknologi dapat dikatakan netral karena dimanapun penggunaannya sama dan mesin yang dipakai sama. Namun jika dilihat dari sisi aktivitas manusia yang menggunakannya, teknologi tidaklah netral karena tujuan tujuan penggunaan produk teknologi tidaklah sama di setiap daerah. Kata ’teknologi’ memilki arti yang beraneka ragam jika dilihat dari berbagai bidang. Di dunia kedokteran, teknologi berkisar pada pengetahun mengenai bidang kedokteran, dan keahlian dalam menangani pasien. Bahkan ada pula yang menambahkan bahwa teknologi kedokteran juga meliputi teknik dasar kedokteran, aspek budaya, dan organisasi. Teknologi dapat dimaknai sebagai aktivitas manusia dan juga sebagai bagian dari kehidupan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknologi tidak hanya seputar teknik, mesin, dan pengetahuan, namun juga seputar organisasi dan nilai nilai budaya.
Definisi
Mendefinisikan konsep teknologi secara tepat memerlukan pemikiran mengenai manusia dan aspek sosial yang ada. Banyak orang mengidentifikasi teknologi hanya dengan aspek teknis karena anggapan bahwa teknologi selalu berurusan dengan mesin, teknik, dan segala aktivitas untuk menjalankan sesuatu. Kata ’Teknologi’ terkadang digunakan oleh orang orang dengan pemikiran terbatas dan juga oleh orang orang dengan pemikiran yang lebih luas. Ketika orang orang dengan pemikiran terbatas mendefinisikan teknologi, maka aspek budaya akan ditempatkan sebagai bagian diluar teknologi, teknologi hanya terbatas pada masalah teknik. Sedangkan bagi orang orang dengan pemikiran yang lebih luas, teknologi dikaitkan dengan ’technology practice’ atau kegiatan praktik dari teknologi yang tentu saja tidak bebas nilai karena akan berhubungan dengan tujuan penggunaan teknologi, aspek budaya, dan kondisi sosial yang ada. Beberapa definisi yang sifatnya formal menyebutkan bahwa, teknologi adalah hasil dari pengetahuan ilmiah yang teroganisir dan diaplikasikan secara sistematis ke dalam hal hal yang bersifat praktis.Secara eksplisit, teknologi dianalogikan sebagai ’hardware’ dimana manusia sebagai pengguna dan teknologi sebagai alat yang digunakan. Namun, selanjutnya perkembangan di bidang teknologi menyebutkan bahwa teknologi lebih dari hanya sekedar ’hardware’. Teknologi merupakan ’liveware’ karena organisme – organisme hidup setidaknya bergantung pada teknologi. Selain pendefinisian teknologi’, pendefinisian kata ’ teknikal’ dan ’teknologikal’ juga menjadi perbincangan. Pendefinisian kedua konsep itu membutuhkan deskripsi atau contoh kasus agar lebih mudah dipahami. Dan pada akhirnya, menurut Arnold Pacey, konsep teknikal lebih mengarah pada pengaplikasian suatu produk teknologi untuk memecahkan suatu masalah. Sedangkan ’teknologikal’ merupakan konsep yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada hal hal yang sifatnya teknikal.
Latar belakang dan Nilai Nilai masyarakat
Membicarakan teknologi lebih jauh, berarti membicarakan beberapa sikap yang membatasi pandangan seseorang mengenai teknologi. Sistem teknologi meliputi manusia dan mesin. Tingkatan keduanya adalah setara. Namun pada kenyataannya manusia, karena merasa dirinya sebagai ’user’ dari mesin, seringkali memposisikan diri lebih tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan budaya yang terjadi di masyarakat. Ketika sebuah mesin produk teknologi mengalami kerusakan, seringkali yang dislahkan adalah mesin itu sendiri. Mesin yang buruk, tidak tahan lama, kurang canggih, dan alasan lainnya. Manusia sering mengesampingkan alasan bahwa mesin itu kurang dirawat oleh manusia. Manusia cenderung terfokus pada aspek teknik dari setiap masalah yang bersifat praktis. Dan mereka lalu mulai berfikir tentang kemampuan luar biasa lainnya yang dapat diciptakan melalui teknologi. Manusia makin mengharapkan teknologi dapat menyelesaikan setiap masalah.Yang perlu disadari, teknologi tidak selamanya dipuja dan dibutuhkan begitu saja oleh masyarakat di seluruh dunia. Teknologi juga harus diiringi dengan perkembangan pendidikan dan pengetahuan. Menjamurnya teknisi teknisi yang ahli juga tidak akan berpengaruh apa apa jika mayoritas penduduknya tidak terpelajar. Masyarakat tersebut akan menganggap teknologi tak ubahnya seperti alien. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak dapat netral dan berdiri sendiri. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan perkembangan sosial, pendidikan, dan kebudayaan.
Pengukuran Kemajuan Teknologi
Manusia terbiasa terfokus pada produk teknologi dibandingkan dengan aktivitasnya sehari hari. Karena itulah kemajuan teknologi sering diukur dengan melihat pada berbagai macam produk teknologi yang baru diciptakan, serta jumlahnya yang meningkat. Sebagai contoh, pada awal tahun 1600, penemuan seperti mesin cetak, kompas megnetis menjadi bukti dari kemujuan teknologi. Dan semakin berkembangnya zaman, ditemukan pula mesin uap dan lampu elektrik.Berbagai tipe mesin bermunculan untuk menunjukkan perkembangan yang bertahap dalam jangka waktu yang lama. Kemajuan teknologi dianggap melaju secara konsisten dan diukur melalui grafik.Nicholas Rescher, seorang ahli statistik dan diagram menyatakan bahwa konsistensi dari kemajuan teknologi adalah hal yang lumrah. Namun cara pandang tersebut ternyata memiliki kelemahan yang fatal. Dengan keadaan yang konsisten, kemajuan teknologi menjadi tidak dinamis. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemajuan salah satu dimensi membuat kemunduran dimensi yang lain menjadi dikesampingkan. Contohnya di dunia pertanian. Jumlah produksi pertanian dikaitkan dengan faktor tanah, SDM, dan energi yang berlimpah. Padahal belum tentu untuk mencapai panen yang berlimpah harus memiliki SDM, energi, dan tanah yang banyak. Kemajuan panen tidak hanya berkisar diantara faktor tersebut saja. Apalagi fakta bahwa di Amerika serikat yang memiliki lahan sangat luas tidak menjadikan hasil pertaniannya serta merta meningkat dan berlebih.Tingginya tihasil pertanian juga disebabkan oleh aspek organisasional, hal tersebut juga dilihat dari perbandingan jumlah hewan ternak dan hasil panennya. Kemajuan teknologi di bidang pertanian dapat dilihat dari munculnya pupuk kimia dan traktor. Dengan traktor, para petani tetap dapat membajak sawah walaupun dalam kondisi iklim yang tidak mendukung. Berpindahnya penggunaan mesin uap menjadi penggunaan turbin raksasa juga dijadikan sebagai ukuran kemajuan teknologi.
(http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=352&Itemid=9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar